GORONTALO, Wartabumi.com – Jagat maya kembali heboh dengan kemunculan sebuah video unik yang menampilkan sisi lain aparat penegak hukum. Video tersebut merekam aksi seorang anggota kepolisian dari Gorontalo yang sedang asyik melakukan lip-sync lagu India populer. Aksi jenaka ini seketika menjadi buah bibir masyarakat dan viral di berbagai kanal media sosial.
Seseorang mengunggah rekaman video berjudul “Polisi Gorontalo Menggila” tersebut ke situs YouTube pada tanggal 29 Maret 2011. Antusiasme publik terhadap tayangan ini sangat luar biasa. Hingga berita ini kami turunkan pada Rabu (6/4/2011), angka penonton video tersebut telah menembus 542.362 kali tayangan.
Dalam video berdurasi 6 menit 30 detik itu, sang polisi terlihat duduk di bangku panjang pos jaga bersama seorang rekannya. Ia dengan sangat fasih menirukan lirik lagu “Chiyya-Chayyia” sembari menggerakkan seluruh anggota tubuhnya mengikuti irama musik Bollywood, layaknya aktor Shahrukh Khan.
Sosok Briptu Norman Kamaru
Pemeran utama dalam video viral tersebut teridentifikasi bernama Brigadir Satu (Briptu) Norman Kamaru. Ia merupakan anggota aktif kesatuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo.
Pria kelahiran Gorontalo, 27 November 1985 ini memang terkenal memiliki hobi menyanyi sejak kecil. Di lingkungan tempat tinggalnya di Jalan Pancawardana, Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Norman kerap terlihat memainkan gitar sambil mendendangkan lagu-lagu India favoritnya.
Kaima Kamaru (34), kakak perempuan Norman, mengungkapkan bahwa adiknya adalah sosok penghibur dalam keluarga. “Kalau ada acara keluarga, dia yang paling lucu dan menghibur di antara saudara lainnya,” tutur Kaima, Rabu (6/4/2011).
Si Bungsu “Kepala Batu” yang Jenaka
Sebagai anak bungsu dari sembilan bersaudara pasangan Idris Kamaru dan Halimah Martinus, Norman mendapat tempat istimewa di hati sang ibu. Kaima menceritakan bahwa ibunya yang berdarah Ambon sering memanjakan Norman, meskipun adiknya itu memiliki sifat yang sedikit keras kepala.
“Meskipun dia ‘kepala batu’, tapi tetap dimanja. Kalau kami memarahinya, pasti dibela Ibu,” kenang Kaima.
Namun, sifat keras kepala itu selalu luluh dengan tingkah kocaknya. Kaima mencontohkan momen ketika seisi rumah merasa kesal akibat ulah Norman. Suasana tegang tersebut bisa berubah cair seketika saat Norman datang sambil bernyanyi lagu India. Keluarga yang awalnya hendak marah justru tertawa melihat gayanya.
Teman-teman sekolahnya di SMA Negeri 1 Kota Gorontalo bahkan menyematkan julukan “Shahrukh Khan” kepada Norman karena kecintaannya pada musik India. Selain seni tarik suara, Norman juga aktif dalam kegiatan olahraga seperti basket dan sepak bola.
Tanggapan Polda Gorontalo: Antara Hiburan dan Etika
Popularitas Norman rupanya sudah terdengar hingga ke telinga atasannya. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Gorontalo, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wilson Damanik, mengakui bahwa Norman adalah sosok yang populer di markas. Ia kerap menyumbangkan lagu dalam setiap acara internal kepolisian.
“Dia memang hobi menyanyi. Kalau ada acara di Polda, Norman selalu menyumbangkan lagu,” ujar Wilson.
Kendati demikian, aksi viral Norman di dunia maya menuai sorotan serius dari institusi. Wilson menilai tindakan Norman melanggar etika kepolisian karena ia melakukan aksi tersebut saat mengenakan seragam dinas lengkap. Pihak kepolisian menganggap hal ini dapat menurunkan kewibawaan korps Bhayangkara di mata publik.
“Dari segi etika, video itu jelas melanggar. Sebab ia menggunakan seragam kepolisian. Itu jelas kurang etis,” tegas Wilson menanggapi video anggotanya yang baru berdinas selama satu tahun lima bulan tersebut.


