BLORA, Wartabumi.com – Berbicara mengenai pariwisata di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ingatan sebagian orang mungkin langsung tertuju pada hamparan hutan jati yang luas atau situs-situs budaya yang kental akan sejarah. Namun, dalam satu dekade terakhir, wajah pariwisata Kota Sate ini mulai berubah. Blora kini menawarkan ragam destinasi wisata air yang memikat, salah satu yang paling populer dan wajib dikunjungi adalah Waduk Tempuran.
Terletak tidak jauh dari pusat kota, Waduk Tempuran di Desa Tempuran, Kecamatan Blora Kota, telah bertransformasi dari sekadar infrastruktur pengairan menjadi destinasi wisata favorit keluarga. Keunikan konsep yang ditawarkan—memadukan keindahan alam air dengan wisata kuliner—menjadikannya magnet tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan ke wilayah ini, simak ulasan mendalam mengapa Waduk Tempuran layak masuk dalam daftar kunjungan Anda. Jika Anda membutuhkan referensi destinasi lainnya, Anda juga bisa menyimak ulasan lengkap kami mengenai 20 tempat wisata di Blora yang paling menarik wajib dikunjungi untuk melengkapi rencana liburan Anda.
Lokasi Strategis di Jantung Kota
Salah satu keunggulan utama Waduk Tempuran dibandingkan waduk-waduk lain di Blora, seperti Waduk Greneng atau Waduk Bentolo, adalah lokasinya yang sangat strategis. Destinasi ini hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari Alun-Alun Blora.
Aksesibilitas yang mudah ini menjadi nilai tambah yang signifikan. Wisatawan tidak perlu menempuh perjalanan jauh dengan medan yang sulit. Jalan menuju Desa Tempuran sudah beraspal mulus dan dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus pariwisata ukuran sedang. Kemudahan akses ini menjadikan Waduk Tempuran pilihan utama bagi warga kota yang ingin mencari suasana segar (healing) sejenak tanpa harus pergi jauh ke luar kota.
Sensasi Kuliner di Atas Gubuk Terapung
Daya tarik utama yang membuat Wisata Waduk Tempuran begitu ikonik adalah konsep wisata kulinernya. Berbeda dengan tempat makan biasa, di sini pengelola setempat menyediakan warung-warung makan dengan konsep lesehan di pinggir waduk, bahkan beberapa di antaranya memiliki fasilitas “gubuk apung”.
Bayangkan sensasi menyantap hidangan makan siang di atas gubuk bambu yang terapung tenang di atas permukaan air. Angin sepoi-sepoi yang berhembus dari arah waduk menambah kenikmatan bersantap. Menu andalan yang wajib dicoba tentu saja adalah olahan ikan air tawar, seperti Ikan Bakar Nila, Gurame Asam Manis, hingga pecel lele yang disajikan dengan sambal khas Blora yang pedas dan segar.
Bagi pecinta kuliner tradisional, suasana makan di Waduk Tempuran memberikan pengalaman yang autentik. Sambil menikmati hidangan, pengunjung disuguhi pemandangan air yang luas dengan latar belakang pepohonan hijau yang menyejukkan mata. Konsep ini sangat cocok untuk acara kumpul keluarga, reuni, atau sekadar makan siang santai bersama rekan kerja.
Kawah Candradimuka Atlet Dayung Nasional
Selain sebagai destinasi wisata rekreasi, Waduk Tempuran memiliki peran vital dalam dunia olahraga, khususnya cabang olahraga dayung. Waduk ini telah lama ditetapkan sebagai pusat pelatihan atau training center bagi atlet dayung Kabupaten Blora, bahkan kerap digunakan untuk ajang tingkat provinsi hingga nasional.
Kondisi air yang tenang dan lintasan yang lurus serta panjang menjadikan waduk ini lokasi yang ideal untuk latihan dayung, kano, dan perahu naga. Tidak jarang, saat berkunjung ke sini, wisatawan akan mendapati para atlet muda sedang berlatih memacu perahu mereka membelah air.
Pemandangan ini menjadi atraksi tersendiri yang jarang ditemukan di tempat wisata lain. Melihat semangat para atlet berlatih di tengah keindahan alam memberikan energi positif bagi para pengunjung. Pemerintah daerah pun terus berupaya meningkatkan fasilitas pendukung di sekitar waduk guna menunjang prestasi atlet sekaligus kenyamanan wisatawan.
Agrowisata dan Edukasi Alam
Kawasan Desa Tempuran tidak hanya mengandalkan waduk sebagai satu-satunya daya tarik. Masyarakat setempat, bekerja sama dengan pemerintah desa, mulai mengembangkan konsep agrowisata di sekitar waduk.
Di musim-musim tertentu, pengunjung dapat menemukan kebun buah-buahan milik warga yang dibuka untuk umum, seperti kebun jambu kristal atau belimbing. Wisatawan diperbolehkan memetik buah langsung dari pohonnya dan membawanya pulang sebagai oleh-oleh dengan harga yang relatif terjangkau.
Selain itu, keberadaan “Kampoeng Goegoeg” yang berada di dekat kawasan waduk juga menambah variasi wisata. Tempat ini menawarkan edukasi mengenai satwa, khususnya anjing ras, yang dikelola secara profesional dan bersih. Integrasi antara wisata air, kuliner, dan agrowisata menjadikan Desa Tempuran sebagai desa wisata yang paket komplit.
Fasilitas yang Semakin Memadai
Sadar akan potensi wisata yang besar, pengelola Wisata Waduk Tempuran terus berbenah dalam hal fasilitas umum. Area parkir yang luas kini telah tersedia untuk menampung lonjakan kendaraan saat akhir pekan atau hari libur nasional.
Toilet umum dan musala juga tersedia dalam kondisi yang cukup bersih, memastikan kenyamanan pengunjung yang ingin berlama-lama di lokasi. Selain itu, bagi pengunjung yang ingin berkeliling waduk namun tidak ingin lelah berjalan kaki, tersedia penyewaan perahu motor atau perahu bebek yang bisa digunakan untuk menjelajahi sudut-sudut waduk dari tengah perairan.
Keamanan juga menjadi prioritas. Di beberapa titik strategis, terutama di area dermaga dan gubuk apung, pengelola telah memasang rambu-rambu peringatan dan menyediakan pelampung sebagai standar keselamatan wisata air.
Waktu Terbaik Berkunjung
Untuk mendapatkan pengalaman maksimal, ada dua waktu terbaik untuk mengunjungi Waduk Tempuran. Pertama adalah pagi hari, saat udara masih sangat segar dan kabut tipis terkadang masih menyelimuti permukaan air, menciptakan suasana mistis nan eksotis.
Waktu kedua adalah sore hari menjelang matahari terbenam. Pemandangan sunset di Waduk Tempuran tak kalah indah dengan pantai. Langit yang berubah warna menjadi jingga memantul di permukaan air yang tenang, menciptakan latar belakang foto yang sempurna bagi Anda yang gemar fotografi.
Kesimpulan
Waduk Tempuran membuktikan bahwa Blora memiliki potensi wisata yang beragam. Ia bukan sekadar penampungan air, melainkan ruang interaksi sosial, pusat ekonomi kerakyatan melalui kuliner, dan kawah candradimuka bagi prestasi olahraga.
Perpaduan antara akses yang mudah, kuliner yang lezat, dan pemandangan yang menenangkan menjadikan Waduk Tempuran destinasi yang sulit untuk dilewatkan. Jadi, jika Anda sedang berada di Blora, luangkan waktu sejenak untuk menepi dari hiruk-pikuk kota dan nikmati ketenangan di tepian Waduk Tempuran.


