WARTABUMI.COM, BLORA – Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa, menilai keberadaan pers memiliki peran strategis dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Melalui fungsi kontrol sosial yang dijalankan secara konsisten, media dinilai mampu menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
Penilaian tersebut disampaikan Mustopa saat menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Rabu (4/2/2026).
Menurut Mustopa, hubungan yang terjalin antara legislatif, eksekutif, dan insan pers di Kabupaten Blora berjalan harmonis dan saling menguatkan. Sinergi tersebut, kata dia, telah menghasilkan dampak konkret bagi masyarakat.
Salah satu contoh yang disorot Mustopa adalah pemberitaan kondisi jalan rusak di Blora yang sempat viral hingga tingkat nasional. Sorotan media tersebut akhirnya mendapat respons dari pemerintah pusat dalam bentuk bantuan anggaran.
“Kontrolnya luar biasa. Ketika ada jalan jelek diviralkan, akhirnya direspons pusat. Hasilnya, anggaran Inpres Jalan turun ke Blora kurang lebih Rp100 miliar. Ini berkat teman-teman wartawan yang memviralkan bagian dari pembangunan kita,” ujar Mustopa.
Selain sektor infrastruktur, Mustopa juga menyinggung peran media dalam mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui kritik dan evaluasi yang disampaikan media, pelaksanaan program tersebut dinilai semakin baik, khususnya dalam aspek menu dan pemenuhan standar gizi bagi peserta didik.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah daerah, Mustopa memastikan bahwa kerja sama dengan media tidak akan dikurangi. Bahkan, ia menyatakan komitmen untuk memperkuat alokasi kerja sama tersebut ke depan.
“Semua kegiatan kerja sama dengan wartawan, walaupun di tengah efisiensi, tidak ada satu pun yang kami potong. Bahkan ke depan, baik di DPRD maupun Pemkab, akan kita tambah. Ini bukti keharmonisan kita,” tegasnya, yang disambut tepuk tangan hadirin.
Dalam kesempatan yang sama, Mustopa juga menyampaikan hasil Rakornas bersama Presiden terkait dukungan daerah terhadap program prioritas nasional yang dilaksanakan di Blora. Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis dengan tingkat manfaat hampir menyeluruh, pengembangan Koperasi Merah Putih yang telah berjalan sekitar 75 persen, serta pembangunan Sekolah Rakyat.
Untuk Sekolah Rakyat, Pemkab Blora telah menyiapkan anggaran sebesar Rp14 miliar guna penyediaan lahan, sesuai arahan kementerian. Selain itu, program gentengisasi dan Program Asri juga terus dijalankan sebagai upaya perbaikan hunian dan pengelolaan sampah agar lingkungan lebih bersih dan tertata.
“Program dari pusat tetap harus kita anggarkan meski sedang efisiensi, seperti sekolah rakyat sebesar 14 miliar rupiah. Kami berharap sinergi antara DPRD, Pemkab, dan wartawan terus kuat untuk mendukung program-program ini,” tutupnya. (WRT)


