Pemkab Blora Gandeng ITB, Wujudkan Ekonomi Hijau dan Barongan Mendunia

5 Min Read

BANDUNG, Wartabumi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora akhirnya resmi menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB). Selanjutnya, mereka sepakat untuk segera mewujudkan ekonomi hijau yang ramah lingkungan. Tak hanya itu, kedua belah pihak juga berkomitmen penuh dalam melestarikan budaya lokal secara berkelanjutan.

Bahkan, komitmen kuat ini terlihat jelas saat kunjungan kerja di kampus ITB, Bandung, pada Senin (5/1/2026). Adapun agenda utamanya adalah koordinasi program Carbon Capture Utility Storage (CCUS). Di samping itu, mereka juga membahas secara serius mengenai usulan Warisan Budaya Takbenda.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blora datang langsung bersama Wakil Bupati Sri Setyorini. Selain itu, Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah kepala dinas terkait juga turut mendampingi. Sementara itu, Prof. Sanggono Adisasmito menyambut hangat kedatangan rombongan tersebut bersama sejumlah pejabat ITB lainnya.

Sinergi Pemerintah dan Akademisi

Saat mengawali sambutan, Bupati Arief Rohman memberikan apresiasi yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, ia berterima kasih atas kesediaan ITB untuk bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Kami berterima kasih kepada ITB. Kampus ini telah berkenan bekerja sama dengan . Tentu saja, ini merupakan dukungan pembangunan yang luar biasa bagi kami,” kata Bupati Arief.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan akan mengarahkan pembangunan Blora demi kesejahteraan masyarakat. Tujuannya adalah mewujudkan pembangunan yang maju dan berkelanjutan. Meskipun demikian, pembangunan tersebut harus tetap berakar kuat pada potensi lokal.

Peluang Besar Ekonomi Hijau

Di sisi lain, Arief menilai bahwa pengembangan CCUS sangatlah penting. Pasalnya, teknologi ini menjadi bagian vital dari transformasi menuju ekonomi hijau rendah karbon. Menurutnya, hal ini sangat cocok dengan karakteristik wilayah Kabupaten Blora, .

“Bagi kami, CCUS bukan hanya sekadar agenda global. Akan tetapi, ini adalah peluang strategis. Akibatnya, kami bisa mengelola potensi daerah secara bertanggung jawab dan bernilai tambah,” jelasnya.

Kemudian, Arief juga menjelaskan bahwa Blora memiliki potensi sektor energi dan basis pertanian yang kuat. Oleh karena itu, ia memandang CCUS sebagai ruang kolaborasi antara teknologi, kebijakan, dan kepentingan masyarakat luas.

Fokus pada Riset Terapan

Sehubungan dengan hal itu, Pemkab Blora memiliki harapan besar. Arief berharap kerja sama ini terus berkembang pesat.

“Kami berharap kerja sama ini tidak boleh berhenti pada kajian konseptual saja. Sebaliknya, harus ada riset terapan dan percontohan kebijakan daerah yang nyata,” tutur Arief.

Selain itu, ia juga menyinggung rencana Blora Biochar dan Carbon Farming Hub. Rencana ini dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah. Sebab, program tersebut tak hanya menurunkan emisi karbon. Bahkan, program ini juga memberi manfaat langsung bagi petani dan pelaku usaha lokal lewat peningkatan produktivitas.

Upaya Melestarikan Barongan

Tak hanya soal lingkungan, pembangunan berkelanjutan juga menyangkut budaya. Oleh sebab itu, Bupati Arief berkomitmen merawat jati diri bangsa, misalnya lewat kesenian Barongan. Kesenian ini mengandung nilai sejarah dan kearifan lokal yang kental.

Selanjutnya, Pemkab Blora mengambil langkah serius. Mereka mengusulkan Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda. Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga nilai budaya.

“Bagi kami, Barongan bukan sekadar seni pertunjukan. Namun lebih dari itu, ini adalah representasi hubungan manusia dengan alam. Nilai ini telah hidup lama dalam masyarakat Blora,” tegasnya.

Dukungan Penuh Para Ahli

Menanggapi paparan tersebut, Prof. Sanggono Adisasmito menyambut positif. Pihak ITB menyatakan siap mendukung penuh inisiatif Bupati Blora.

Senada dengan hal itu, dukungan juga datang dari pengamat budaya, Muksin. Ia menilai Barongan sudah sangat layak masuk daftar UNESCO. Oleh karenanya, ia mengajak semua pihak untuk mengangkat Barongan ke kancah dan internasional.

Kemudian, Panca Waluyo selaku Tim Teknis Dirjen Vokasi Kemendikdasmen juga menyatakan kesiapannya. Ia siap membantu Pemkab Blora sepenuh hati.

“Saya pernah membantu Ponorogo agar Reog diakui dunia. Tentu saya siap membantu Blora mengangkat Barongan. Kita buat Barongan lebih dikenal di tingkat internasional,” ucap Panca dengan semangat.

Akhirnya, usai sesi diskusi, rombongan berkeliling area kampus. Mereka meninjau sejumlah laboratorium praktik milik ITB. (*)

Share This Article